Minggu, 22 Juni 2014

Makna Hidup Menurut Islam

Ulama besar, Muhammad Al Ghazali, pernah berkata bahwa pemahaman hidup yang dangkal adalah sebuah tindak ‘kriminal’ yang keji. Disebut demikian karena pemahaman yang dangkal ini akan membawa kepada ketersesatan dari jalan menuju akhirat yang bahagia. Semisal, jika seseorang memandang hidup dengan dangkal, boleh jadi ia akan menghalalkan segala cara untuk memperoleh harta, tidak memperdulikan apakah itu halal ataukah haram.
Hidup dalam tinjauan Islam paling tidak meliputi pemahaman bahwa:
1.             Hidup ini kesemuanya adalah ujian dari Allah SWT
Hidup adalah untuk menguji apakah seorang manusia bersyukur atau kufur kepada Allah SWT.Allah berfirman dalam QS Al Mulk [67] : 2 yang terjemahnya, ” (ALLAH) yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. ”
Ujian dalam hidup kita bukan saja kesulitan ataupun musibah, namun juga berupa nikmat atau kemudahan dari Allah SWT, seperti keluarga, suami, istri, anak-anak, harta, kekuasaan, pangkat, dsb.
Kita bisa meneladani Nabi Sulaiman as. yang diberikan nikmat luar biasa oleh Allah SWT. Allah SWT memberikan kerajaan yang sangat kaya, luas dan besar, yang pasukannya terdiri dari manusia, jin, hewan, dan angin. Semua kenikmatan itu tidak menjadi Nabi Sulaiman as menjadi sombong kemudian mengingkari Allah SWT, namun menjadikannya sering ber-muhasabah, melakukan introspeksi diri, berhati-hati jangan sampai menjadi kufur kepada Allah SWT, sehingga tidak berujung kepada murka Allah sebagaimana dalam QS. Ibrahim [14]:7, “ dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. “
Allah akan menguji manusia melalui hal-hal sebagai berikut sesuai dengan QS Al Baqarah [2]:155-156 sbb :
“ dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan, dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. “
Dalam kondisi tertimpa cobaan atau musibah, Allah berfirman bahwa ada orang-orang yang layak diberikan kabar gembira dengan surga, yaitu orang-orang yang bersabar; yang ketika tertimpa bencana itu mengatakan “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”, yang artinya : Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali. Kalimat tersebut dinamakan kalimat istirjaa atau pernyataan kembali kepada Allah. Disunatkan menyebut kalimat tersebut ketika ditimpa marabahaya baik besar maupun kecil.
Rasulullah saw bersabda bahwa sungguh beruntung seorang mukmin, karena semua urusan adalah baik baginya, ketika diuji maka dia bersabar ketika ia diberi kenikmatan ia bersyukur.
Salah satu doa yang bisa selalu kita ucapkan adalah doa, Allahummaj’alni shaburan waj’alni syakuran waj’alni fi ‘ainii shaghiran wa fi a’yuninnasi kabira, yang artinya, Ya Allah, jadikan aku sabar dan bersyukur kepada-Mu, dan jadikanlah aku kecil di mataku sendiri serta besar (bermanfaat) di mata orang lain.

2. Kehidupan dunia ini lebih rendah dibandingkan kehidupan akhirat.
Sebagaimana dalam QS Adh Dhuha [93]:4, “ dan sesungguhnya hari kemudian (akhirat) itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan). ”
Atau dalam QS Ali ‘Imran [3]:14, “ dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). “

3. Kehidupan dunia ini hanya sementara
Boleh jadi saat ini kita dalam kondisi sehat wal ‘afiat, gagah, cantik, kulit mulus, dll. Tapi ada saatnya ketika kita kemudian menjadi tua, keriput, lemah, pikun, dan akhirnya dipanggil ke sisi Allah SWT.
Dalam QS Al Mu’min [40]:39, Allah berfirman, “ Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal. “
Dalam QS Al Anbiyaa [21]:35, “ Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya) dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan. “
4.         Kehidupan ini adalah ladang amal untuk kesuksesan akhirat
Ali bin Abi Thalib ra. Berkata bahwa sesungguhnya hari ini adalah hari untuk beramal bukan untuk hisab (perhitungan) dan esok (akhirat) adalah hari perhitungan bukan untuk beramal. Ketika seseorang meninggal dunia maka terputuslah semua amal perbuatannya dan ia tinggal menunggu masa untuk mempertanggungjawabkan semua amal perbuatannya di dunia. Bekal kita adalah ibadah kepada Allah SWT. Ibadah bukan sekedar sholat atau zakat, tetapi segala aktivitas hidup kita akan bernilai ibadah jika diniatkan karena Allah SWT. 

Saat Raga Tak Berdaya

Wahai kawan - kawanku semua...
Belajarlah engkau akan kekuatan hati
Disaat raga tak lagi berdaya
Namun kekuatan hati sangat berarti

Janganlah engkau merasa paling hebat
Karena diatas langit masih ada langit
Dan janganlah merasa paling lemah
Karena dibawah tanah masih ada tanah

Tetaplah semangat kawan
Semua yang ada pada kita hanyalah titipan
Semuanya akan kembali kepada Sang Pencipta
Jadi jangan pernah membanggakan apa yang kita punya

Saat raga tak berdaya
Ingatlah saat kau bersusah payah mendapatkan apa yang kau ingin
Ingatlah perjuanganmu saat kau inginkan yang kau minta
So, tetaplah menjaga apa yang kau inginkan ini

Sabtu, 05 Oktober 2013

Arti Hidup

Hidup itu bagaikan ujian...
Setelah lulus 1 ujian, pasti ada ujian lain yang lebih sulit
Namun dibalik itu semua pasti ada hikmahnya
Dan tetaplah yakin Allah tak menguji hambaNya dibatas kemampuan hamba tersebut

Kamis, 07 Maret 2013

Keikhlasan Hati

Ikhlas??? Mungkin kata itu tak asing lagi terdengar di telinga kita. Memang benar kata itu memang sering kali orang ucapkan. Namun, dibalik keseringannya kata ini diucapkan hampir membuat lupa seseorang akan sulitnya penerapan dari kata ini sendiri. Memang kata ini mudah diucapkan namun sangatlah sulit jika benar-benar dijalani. Misalnya kita kehilangan laptop, orang lain memang mudah mengucapkan kata "ikhlaskan saja", kemudian kita menjawabnya "iya". Padahal dalam hati kita tidak mengatakan demikian, hal ini dikarenakan meskipun kita telah mengucapkan kata "ikhlas" namun dalam hati kita belum benar-benar menerima kejadian tersebut. Dan dalam penerapan sehari-hari ikhlas itu mungkin hanya terjadi pada orang yang imannya benar-benar tebal. Hal ini dikarenakan pada orang yang imannya telah mencapai derajat yang maqom maka dia akan menyadari bahwa pada qodratnya semua yang ada di dunia ini hanyalah titipan dari Allah SWT, sehingga dia yakin bahwa semua akan kembali kepada Allah.
Namun, tidak ada salahnya jika kita mencoba belajar untuk ikhlas. Meskipun sesulit apapun namun jika kita mau belajar insyaallah kita pasti bisa. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menyadari bahwa semua yang kita miliki adalah titipan Allah SWT dan hendaknya kita mensyukuri akan segala yang telah Allah anugerahkan kepada kita, dengan seperti ini insyaallah kita akan ikhlas jika semua titipan itu akan kembali kepada Allah.

Jumat, 01 Februari 2013

PENTINGNYA KEPERCAYAAN DIRI

Percaya Diri
Percaya diri, mungkin itu kata - kata yang sering kita dengarkan sehari - hari. apa sich percaya diri itu? mungkin kadang kita bimbang akan segala yang kita kerjakan itu akan gagal, atau merasa kurang yakin saat kita berbicara di depan orang, itulah mungkin permasalahan yang sedang kita hadapi. Sebenarnya percaya diri merupakan suatu keyakinan akan segala sikap yang kita jalankan dalam kehidupan sehari - hari. 

Kepercayaan diri sangatlah penting, karena tanpa keyakinan diri yang tinggi maka kemungkinan besar kita akan gagal saat menjalani segala tugas yang ditugaskan pada kita. hal ini dikarenakan karena kita selalu merasa kita banyak kekurangan, itu hal yang wajar karena kita hanyalah manusia yang tak pernah memiliki kesempurnaan. karena pada hakekatnya kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT semata. karena kurangnya rasa kepercayaan diri inilah yang terkadang menyebabkan kita pesimis, padahal kita telah mempersiapkan semua hal itu dengan sebaik mungkin namun, karena kurangnya rasa percaya diri itulah yang menyebabkan segala hal yang telah kita siapkan matang - matang akan hancur berantakan.

Nah, maka dari itu kepercayaan diri haruslah kita tanamkan pada diri kita. Keyakinan pada diri yang tinggi akan mengantarkan kita ke gerbang keberhasilan yang sebelumnya tertutup rapat karena kurangnya keyakinan kita kalau kita mampu membukanya. Misalkan hasil karya kita menurut kita jelek, biasalah, tapi dengan kepercayaan diri yang tinggi desainlah hasil karyamu itu, meskipun hasil karyamu itu jelek tapi buatlah dengan keyakinan diri yang tinggi sehingga karyamu menjadi karya yang luar biasa berkat usahamu dalam memperbaiki karyamu yang sekiranya jelek. yakinlah, dengan keyakinan hati yang tinggi dan mengerjakan sesuatu dengan sepenuh hati dan dengan usaha dan doa yang maksimal yakinlah man jadda wa jadda. 

Macam-Macam Percaya Diri

Kalau melihat ke literatur lainnya, ada beberapa istilah yang terkait dengan persoalan pede/percaya diri yaitu ada empat macam, yaitu :
  1. Self-concept : bagaiman Anda menyimpulkan diri anda secara keseluruhan, bagaimana Anda melihat potret diri Anda secara keseluruhan, bagaimana Anda mengkonsepsikan diri anda secara keseluruhan.
  2. Self-esteem : sejauh mana Anda punya perasaan positif terhadap diri Anda, sejauhmana Anda punya sesuatu yang Anda rasakan bernilai atau berharga dari diri Anda, sejauh mana Anda meyakini adanya sesuatu yang bernilai, bermartabat atau berharga di dalam diri Anda.
  3. Self efficacy : sejauh mana Anda punya keyakinan atas kapasitas yang Anda miliki untuk bisa menjalankan tugas atau menangani persoalan dengan hasil yang bagus (to succeed). Ini yang disebut dengan general self-efficacy. Atau juga, sejauhmana Anda meyakini kapasitas anda di bidang anda dalam menangani urusan tertentu. Ini yang disebut dengan specific self-efficacy.
  4. Self-confidence: sejauhmana Anda punya keyakinan terhadap penilaian Anda atas kemampuan Anda dan sejauh mana Anda bisa merasakan adanya “kepantasan” untuk berhasil. Self confidence itu adalah kombinasi dari self esteem dan self-efficacy (James Neill, 2005)
Berdasarkan paparan tentang percaya diri, kita juga bisa membuat semacam kesimpulan bahwa percaya diri adalah kondisi mental atau psikologis seseorang, dimana individu dapat mengevaluasi keseluruhan dari dirinya sehingga memberi keyakinan kuat pada kemampuan dirinya untuk melakukan tindakan dalam mencapai berbagai tujuan di dalam hidupnya.
Akibat Kurang Percaya Diri
Ketika ini dikaitkan dengan praktek hidup sehari-hari, orang yang memiliki kepercayaan diri rendah atau telah kehilangan kepercayaan, cenderung merasa / bersikap sebagai berikut :
a. Tidak memiliki sesuatu (keinginan, tujuan, target) yang diperjuangkan secara sungguh sungguh.
b. Tidak memiliki keputusan melangkah yang decissive (ngambang)
c. Mudah frustasi atau give-up ketika menghadapi masalah atau kesulitan
d. Kurang termotivasi untuk maju, malas-malasan atau setengah-setengah
e. Sering gagal dalam menyempurnakan tugas-tugas atau tanggung jawab (tidak optimal)
f. Canggung dalam menghadapi orang
g. Tidak bisa mendemonstrasikan kemampuan berbicara dan kemampuan mendengarkan yang meyakinkan
h. Sering memiliki harapan yang tidak realistis
i. Terlalu perfeksionis
j. Terlalu sensitif (perasa)
Tulisan tentang macam - macam percaya diri dan akibat kurang percaya diri saya ambil dari blog http://belajarpsikologi.com

Faktor - faktor yang menyebabkan kurangnya rasa kepercayaan diri antara lain adalah kurangnya pemahaman diri akan kodratnya sebagai manusia, terlalu berlebihan dalam mendalami kekurangannya, kurangnya kekuatan mentala dalam menjalani kerasnya kehidupan.
Ingatlah, sebaik - baik manusia pasti ada kekurangannya, dan sekurang - kurangnya manusia pasti tersimpan berjuta - juta kelebihan yang tersirat dalam dirinya.

Ita Setyaningsih

Minggu, 21 Oktober 2012

Teknik Pengambilan Gambar pada Kamera

Pengambilan Gambar

Macam sudut pengambilan gambar adalah :
  1. Normal Angle
  2. Hight Camera Angle
  3. Low Camera Angle
  4. Bird Eye View
  5. Subjective Camera Angle
  6. Objective Camera Angle

Macam bidang pandangan pada saat perekaman gambar adalah :
  1. ELS ( Extreme Long Shot)

    Shot sangat jauh, menyajikan bidang pandangan yang sangat luas, kamera mengambil keseluruhan pandangan. Obyek utama dan obyek lainnya nampak sangat kecil dalam hubungannya dengan latar belakang
  2. LS (Long Shot)

    Shot sangat jauh, menyajikan bidang pandangan yang lebih dekat dibandingkan dengan ELS, obyek masih didominasi oleh latar belakang yang lebih luas
  3. MLS (Medium Long Shot)

    Shot yang menyajikan bidang pandangan yang lebih dekat dari pada long shot, obyek manusia biasanya ditampilkan dari atas lutut sampai di atas kepala
  4. MS (Medium Shot)

    Di sini obyek menjadi lebih besar dan dominan, obyek manusia ditampakkan dari atas pinggang sampai di atas kepala. Latar belakang masih nampak sebanding dengan obyek utama
  5. MCU (Medium Close Up)

    Shot amat dekat, obyek diperlihatkan dari bagian dada sampai atas kepala. MCU ini yang paling sering dipergunakan dalam televisi
  6. CU (Close UP)

    Shot dekat, obyek menjadi titik perhatian utama di dalam shot ini, latar belakang nampak sedikit sekali. Untuk obyek manusia biasanya ditampilkan wajah dari bahu sampai di atas kepala
  7. BCU ( Big Close Up)

    Shot yang menampilkan bagian tertentu dari tubuh manusia. Obyek mengisi seluruh layar dan jelas sekali detilnya
  8. ECU ( Extreme Close Up)

    Shot yang menampilkan bagian tertentu dari tubuh manusia. Obyek mengisi seluruh layar dan lebih jelas sangat detilnya.

Gerakan kamera yang dapat dilakukan dalam pengambilan gambar adalah :
  1. Pan, Panning adalah gerakan kamera secara horizontal (mendatar) dari kiri ke kanan atau sebaliknya

    Pan right (kamera bergerak memutar ke kanan)

    Pan left (kamera bergerak memutar ke kiri)
  2. Tilt, Tilting adalah gerakan kamera secara vertical,mendongak dari bawah ke atas atau sebaliknya

    Tilt up : mendongak ke atas

    Tilt down : mendongak ke bawah
  3. Dolly, Track adalah gerakan di atas tripot atau dolly mendekati atau menjauhi subyek

    Dolly in : mendekati subyek

    Dolly out : menjauhi subyek
  4. Pedestal adalah gerakan kamera di atas pedestal yang bisa dinaik turunkan. Sekarang ini banyak digunakan Porta-Jip Traveller.

    Pedestal up : kamera dinaikan

    Pedestal down : kamera diturunkan
  5. Crab adalah gerakan kamera secara lateral atau menyamping, berjalan sejajar dengan subyek yang sedang berjalan.

    Crab left (bergerak ke kiri)

    Crab right ( bergerak ke kanan)
  6. Arc adalah gerakan kamera memutar mengitari obyek dari kiri ke kanan atau sebaliknya


  7. Zoom adalah gerakan lensa zoom mendekati atau menjauhi obyek secara optic, dengan mengubah panjang focal lensa dari sudut pandang sempit ke sudut pandang lebar atau sebaliknya

    Zoom in : mendekatkan obyek dari long shot ke close up

    Zoom out : menjauhkan obyek dari close up ke long shot

Jumat, 25 Mei 2012

menulis diatas pasir

"hidup tak hanya butuh hayalan namun goresan nyata dalam menjalaninya"
Sebuah filosofi hidup: menulis diatas pasir itu mudah. Tinggal ambil ranting kemudian buatlah sebuah tulisan. Anda bisa menulis sesuatu yang indah. Bahkan bukan hanya tulisan, istana pasir pun bisa dibuat dengan mudah.
Tahukah Anda, ada sesuatu dibalik kemudahan itu. Menulis diatas pasir memang mudah, tetapi mudah juga terhapus. Sapuan ombak lain, langsung menghapus tulisan indah yang sudah dibuat. Bahkan angin pun bisa menghapusnya.
Apa hikmahnya filosofi hidup ini?
Usaha dan hasil selalu berbanding lurus. Kita tidak bisa bermimpi untuk mendapatkan hasil yang bagus atau hebat tetapi dengan cara yang mudah. Untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik, tentu diperlukan usaha yang lebih besar.
Untuk memilih profesi, mana yang Anda pilih yang sulit atau yang mudah? Semakin sulit sebuah profesi, imbalannya yang semakin besar. Jika Anda berharap mendapatkan profesi mudah dengan penghasilan besar, mungkin Anda hanya mimpi. Jika ada, artinya Anda hanya “diberi” bukan imbalan. Namun siapa yang mau memberi? Mungkin orang tua Anda atau sudara Anda. Tapi seberapa banyak orang yang seberuntung itu?
Stop. Hentikan mengandai-ngandai diri menjadi anak dari seorang billionaire. Lupakan saja, sebab ada hal penting yang perlu kita lakukan. Jika Anda ingin mendapatkan imbalan besar, maka langkah pertamanya ialah dengan berusaha memantaskan diri untuk menerima imbalan besar. Baik dalam dunia karir maupun bisnis, keduanya sama.
Ada yang berkata, “Saya memiliki pekerjaan sulit dan berat tetapi saya menerima gaji yang kecil. Apakah berlaku imbalan sebanding dengan usaha pada diri saya?”
Tetap berlaku, sebab orang tersebut memang pantasnya mendapatkan gaji sebesar yang dia terima. Serius. Jika dia memang pantas mendapatkan gaji yang besar, maka perusahaan akan menaikan gajinya atau dia akan direkrut oleh perusahaan lain yang akan membayarnya lebih besar. Kenapa tidak? Karena dia memang belum pantas. Dia harus memantaskan diri untuk mendapatkan imbalan yang lebih besar. Jika perusahaannya tidak benar, memangnya di dunia ini hanya ada satu?
“Tapi, sulit nyari kerja lagi.”
Nah.. itu dia. Jelaslah dia memang belum pantas. Dia mengatakan sulit.
Jadi, jangan hanya memilih yang mudah-mudah saja. Kita juga perlu mempertimbangkan imbalannya. Jika ingin imbalan yang lebih besar, maka pantaskan diri untuk menerimanya. Pasir pantai hanya pantas menjadi alat tulis sementara. Jika tulisan Anda ingin lebih tahan lama, tulislah diatas batu karang. Memang sulit, tetapi hasilnya jauh lebih lama.
Belajar dan pengembangan diri memang sulit, perlu waktu, investasi, dan pengorbanan. Tapi hasilnya akan sangat berarti. Mudah-mudahan filosofi hidup ini memberikan hikmah kepada kita.